PANGKALPINANG – Pembekalan terhadap penggunaan media digital (media social) kembali dilakukan. Usai menyambangi SMAN 1 Pangkalpinang pada Selasa (14/7/2026), Tim Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melanjutkan edukasi literasi digital bagi siswa SMA Santo Yosef, Pangkalpinang.  

Kegiatan dalam upaya meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar, SMA Santo Yosef Pangkalpinang dengan tema "Jejak Digital & Etika Digital", Rabu (15/7/2026) di Aula SMA Santo Yosef Pangkalpinang tersebut, kembali menghadirkan Kepala Diskominfo Babel, Eko Sentosa diwakili Riswanto Fungsional Diskominfo sebagai narasumber.

Riswanto menjelaskan, setiap aktivitas yang dilakukan di internet akan meninggalkan jejak digital yang dapat tersimpan dalam waktu yang lama dan berpengaruh terhadap masa depan seseorang, baik dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja.

"Jejak digital merupakan rekam aktivitas kita di dunia maya. Apa yang kita unggah, komentari, maupun bagikan akan menjadi bagian dari identitas digital kita. Karena itu, setiap pengguna internet harus berpikir sebelum memposting sesuatu," jelasnya.

Selain membahas jejak digital, peserta juga diberikan pemahaman mengenai etika digital sebagai pedoman berinteraksi di ruang digital. Menurutnya, etika digital tidak hanya berkaitan dengan sopan santun, tetapi juga mencerminkan karakter seseorang di dunia maya.

Dalam sesi tersebut, Riswanto memperkenalkan lima aturan emas etika digital, yaitu berpikir sebelum berbagi informasi, menjaga privasi diri dan orang lain, menghargai perbedaan pendapat, menggunakan bahasa yang santun, serta memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Para siswa juga diajak memahami berbagai aturan hukum yang mengatur aktivitas di internet, termasuk pentingnya menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber (cyberbullying), serta pelanggaran privasi yang dapat berujung pada konsekuensi hukum.

Sebagai panduan praktis, narasumber mengenalkan prinsip T.H.I.N.K sebelum mengunggah konten di media sosial, yaitu memastikan apakah informasi tersebut True (benar), Helpful (bermanfaat), Inspiring (menginspirasi), Necessary (perlu), dan Kind (baik).

Kegiatan yang berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab tersebut, disambut antusias oleh para siswa. Berbagai pertanyaan muncul mengenai penggunaan media sosial, keamanan akun digital, hingga cara menjaga reputasi di dunia maya.