Pangkalpinang, Juli 2025 — Dalam rangka meningkatkan literasi dan kesadaran akan bahaya dunia digital, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi bertema Kewaspadaan Informasi Digital di SMKN 1 Pangkalpinang. Kegiatan ini disampaikan langsung oleh Riswanto, Pranata Komputer Pelaksana Mahir Lanjutan dari Diskominfo Babel.
Kegiatan ini menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi, etika digital, serta bahaya dari berbagai bentuk ancaman digital seperti hoaks, disinformasi, phishing, penipuan daring (scam), rekayasa sosial (social engineering), hingga penyadapan dan pelacakan data pribadi. Melalui pemaparan tersebut, para siswa diajak untuk lebih waspada dalam menerima, menyebarkan, dan mengelola informasi digital yang mereka konsumsi sehari-hari.
“Di era digital, informasi menjadi kekuatan sekaligus kelemahan jika tidak dikelola dengan bijak. Hoaks dan manipulasi informasi bisa merusak reputasi bahkan memicu konflik sosial,” jelas Riswanto dalam pemaparannya.
Selain membahas jenis-jenis ancaman digital, peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya etika komunikasi digital, seperti penggunaan bahasa yang santun, tidak menyebarkan konten SARA atau kekerasan, serta menjaga privasi pribadi dan orang lain.
Riswanto juga menekankan peran penting keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran digital, terutama pada kalangan remaja. “Literasi digital bukan hanya tanggung jawab individu, tapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Acara ditutup dengan ajakan kepada siswa untuk menjadi agen literasi digital dan pelapor informasi hoaks melalui kanal resmi seperti https://trustpositif.kominfo.go.id.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya serius Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam membentuk generasi muda yang cakap digital dan tangguh menghadapi tantangan era informasi.