LAPOR! - Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat

Kini setiap warga Negara Indonesia dapat melaporkan pengaduan dan menyampaikan aspirasinya dalam suatu kanal inisiasi pemerintah yaitu aplikasi LAPOR! Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat berwujud media sosial pertama di Indonesia yang melibatkan partisipasi publik dan bersifat dua arah, sehingga dalam aplikasi ini masyarakat dapat berinteraksi dengan pemerintah secara interaktif dengan prinsip mudah dan terpadu untuk pengawasan pembangunan. Aplikasi Lapor! Ini digunakan pula sebagai alat bantu untuk melakukan monitoring dan verifikasi capaian program pembangunan maupun pengaduan masyarakat terkait pelaksanaan program pembangunan nasional.

Aplikasi Lapor! yang dikelola dan kembangkan oleh Kantor Staf Presiden, bersama dengan Kemenpan RB, Kemendagri dan Ombudsman RI ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2013. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah pemerintah daerah pertama dan disusul dengan Pemerintah Kota Bandung yang terhubung dengan layanan ini dan sudah melakukan sosialisasi serta meraih dua penghargaan yaitu Peraih tiga besar nominasi Government Web Award dalam Bubu Awards v.08, Juni 2013 serta menjadi salah satu inisiatif terbaik dunia yang dipresentasikan dalam ajang Konferensi Pemerintahan Terbuka 2013 di London. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika pada bulan November 2018 yang lalu telah melakukan upaya sosialisasi atas eksistensi aplikasi Lapor! tersebut untuk kemudian dapat disebarluaskan kepada warga pemprov babel, meskipun sedikit terlambat namun diharapkan aplikasi ini dapat menampung aspirasi dan pengaduan rakyat secara online yang kemudian akan diberikan bantuan solusi atas permasalahan tersebut.

Lalu, bagaimana cara mengakses ke LAPOR?

Caranya mudah, Anda hanya cukup mengakses situs web www.lapor.go.id atau melalui SMS 1708 dan/atau aplikasi mobile di sistem operasi Android, Apple, atau BlackBerry.

Apakah ada biaya?

Tidak! Penggunaan LAPOR adalah gratis jika mengirimkan laporan melalui situs web www.lapor.go.id. Untuk pengiriman melalui SMS 1708, akan dikenakan biaya SMS normal tergantung pada masing-masing operator pengguna. Balasan otomatis untuk pertama kali dikenakan biaya normal kepada pelapor. Untuk setiap notifikasi ataupun balasan lain untuk pendalaman substansi laporan yang diterima oleh pengguna, tidak ada biaya yang dikenakan atau gratis.

Selain daripada itu masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan pengaduan melalui sarana berikut ini:

• Mobile apps LAPOR! (Android)

• Twitter @LAPOR1708 dengan menyertakan tagar #lapor

• Saluran pengaduan lain yang telah diintegrasikan

Laporan akan diverifikasi dan diteruskan kepada instansi yang berwenang untuk dapat ditindaklanjuti. Masyarakat juga dapat mengawal penanganan setiap laporan secara transparan dan akuntabel melalui berbagai fitur yang tersedia, termasuk fitur-fitur untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pelapor.

Tindak Lanjut Pelaporan LAPOR! akan mempublikasikan setiap laporan yang sudah diteruskan sekaligus memberikan notifikasi kepada pelapor. Instansi K/L/D diberikan waktu paling lambat 5 hari kerja untuk melakukan koordinasi internal dan perumusan tindak lanjut dari pelaporan yang diberikan oleh masyarakat umum. Apabila sudah ada rumusan tindak lanjut, maka instansi K/L/D memberikan informasi kepada pelapor pada halaman tindak lanjut laporan.

Penutupan Laporan

Laporan dianggap selesai apabila sudah terdapat tindak lanjut dari instansi K/L/D pada laporan, dan telah berjalan 10 hari kerja setelah tindak lanjut dilakukan tanpa adanya balasan dari pelapor maupun administrator LAPOR! di halaman tindak lanjut.

Fitur

• Tracking ID LAPOR! .Tracking ID LAPOR! merupakan sebuah kode unik yang secara otomatis melengkapi setiap laporan yang dipublikasikan pada situs LAPOR!. Tracking ID dapat digunakan pengguna untuk melakukan penelusuran atas suatu laporan.

• Anonim dan Rahasia. Fitur anonim tersedia bagi pelapor untuk merahasiakan identitasnya, sedangkan fitur rahasia dapat digunakan untuk membatasi akses atas laporan hanya bagi pelapor dan instansi terlapor. Kedua fitur ini dapat digunakan untuk pelaporan isu-isu sensitif dan sangat privat.

• Peta dan Kategorisasi. Setiap laporan dapat dilabeli dengan dengan lokasi geografis, topik, status ketuntasan laporan, dan institusi terkait sehingga pemerintah maupun masyarakat dapat memonitor isu dengan berbagai skala dan sudut pandang. Peta LAPOR! dipergunakan sebagai pusat informasi banjir pada saat bencana banjir besar Jakarta di tahun 2012 dan 2014 sebagai rujukan dalam rangka penyaluran bantuan kepada para korban.

• Opini Kebijakan. Fitur ini dapat digunakan oleh instansi pemerintah yang terhubung sebagai sarana jajak pendapat masyarakat. Beberapa jajak pendapat yang telah dilakukan melalui fitur ini diantaranya tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dan Rencana Implementasi Kurikulum Baru Pendidikan 2013.

Sumber: 
Anna Tiffanie
Penulis: 
Anna Tiffanie